Sabtu, 29 Maret 2014

Tes Kemampuan Mental

Sebelum mengetahui Tes nya, lebih baik kita berkenalan dulu dengan 'Mental.'
Apakah mental itu?
Mental diartikan sebagai kepribadian yang merupakan kebulatan yang dinamik yang dimiliki seseorang yang tercermin dalam sikap dan perbuatan atau terlihat dari psikomotornya.

'Mental' sering digunakan sebagai ganti dari kata personality (kepribadian).
Maka, semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap, dan perasaan yang dalam keseluruhan dan kebulatannya akan menentukan corak perilaku. Mental juga bisa menekan perasaan, mengecewakan atau menggembirakan, menyenangkan bagi individu.

Ada 2 golongan mental manusia:
1)Golongan Mental Sehat
2)Golongan Mental Sakit/tidak sehat

Golongan Mental Sehat
Orang yang memiliki mental yang sehat adalah yang memiliki sifat-sifat antara lain:
-mempunyai kemampuan untuk bertindak secara efesien
- memiliki konsep diri yang sehat
- memiliki koordinasi antara kemampuan yang dimiliki dengan usahanya
- memiliki regulasi diri dan integrasi kepribadian dan memiliki batin yang tenang
Kesehatan mental juga berkaitan dengan proses interaksi antara diri sendiri dengan lingkungan.

Golongan Mental Sakit/tidak sehat
orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya.
Adanya abnormalitas mental ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan individu dalam menghadapi kenyataan hidup, sehingga muncul konflik mental pada dirinya.
Sifatnya dapat dilihat dari segi:
1). Perasaan
Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
(2). Pikiran
Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesutu yang telah direncanakan sebelumnya, seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjan, pemalas, pelupa, apatis dan sebgainya.
(3)  Perbuatan
Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif. 

Mental juga sering dikaitkan dengan Intelegensi. Intelegensi yang baik bisa membantu perkembangan mental yang baik pula.
Intelegensi dipengaruhi oleh faktor-faktor :
 a)   Pembawaan/Gen
 faktor yang ditentukan oleh sifat-sfiat yang dibawa sejak lahir. 
b)    Kematangan
faktor yang berhubungan erat dengan umur
 c)    Pembentukan
segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi 
 d)   Minat
 faktor yang mengarahkan perbuatan kepada tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu
 e)  Kebebasan
faktor yang membuat manusia dapat memilih cara-cara tertentu dalam memecahkan masalah.

Hendyat (2002) mengemukakan bahwa pengukuran intelegensi dapat dilakukan dengan cara melakukan tes intelegensi yaitu untuk mengukur kemampuan terutama tingkah laku yang diharapkan pada saat tes itu dibuat dan laksanakan. Pengukuran intelegensi pertama kali dilakukan oleh Binet dan Simon, dikenal dengan nama tes Binet-Simon. Pada tes ini memperhatikan dua hal, yaitu: 
a. Umur kronologis (cronologis age disingkat CA)
yakni: umur seseorang yang ditunjukkan dengan kelahirannya. 
b. Umur mental (mental age disingkat MA)
yakni: umur kecerdasan yang ditunjukkan oleh hasil tes kemampuan akademik.

Sementara itu diketahui juga pada tahun 1960 bahwa terdapat Tes Psikologis yang berguna untuk mengetahui masalah psikologis seperti gangguan pikiran. Tes ini dinamakan Tes Rorschach.

Tes Rorschach dilatar belakangi oleh:
1)Munculnya asumsi mengenai hubungan antara persepsi dengan kepribadian
2)Adanya bercak tinta (yang menjadi dasar pemikiran) bahwa terdapat persepsi spontan yang tidak dipelajari
3)Hingga hadirlah tujuan utama dari penelitian ini adalah ingin menggambarkan kepribadian seseorang berdasarkan keseluruhannya (Gestalt)

Ada 4 tahap pelaksanaan tes Rorschach:
1.Performance Propper
2.Inquiry
3.Analogy
4.Testing the limit

Baiklah, sekian dan terimakasiiihhh ~ 

Sumber:
www.psikologimania.com
id.wikipedia.org
onlinesyariah/pengertian pembinaan mental
Anastasi,A & Urbina,S. (2007). Tes Psikologi Edisi ke Tujuh. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar