Haiiii...
saya masih gabriela elshadai yang sudah berjanji akan membuat ulasan mengenai "Psikodiagnostik, dan Psikologi Diferensial"
susah banget cari sumber buat materi ini nihhhh, kemaren udah sempet beli salah satu bukunya, tapi saya tambah-tambahin juga sama sumber dari blog. Tapi hanya kesimpulannya aja kook, gak copas :D
Okeeee, maka dapat saya simpulkan bahwa.....
Psikodiagnostik adalah, tehnik atau cara yang digunakan untuk mengetahui kondisi subyek yang diperiksa, yang menyangkut kondisi psikis, jiwa.
Naah, biasanya psikodiagnostik ini digunakan untuk...
1.CLINICAL SETTING : sebagai usaha mendeteksi gangguan psikis yg dialami individu/klien dan mengukur kemampuan/kekuatan pribadi yang dimiliki individu, sehingga dapat diterapkan pola terapi/treatment yang efektif.
Contoh: di Rumah Sakit pusat kesehatan mental
di klinik-klinik konsultasi Psikologi
2.LEGAL SETTING : digunakan di pengadilan, rumah pemasyarakatan, tempat-tempat rehabilitasi yang berhubungan dengan masalah tindakan kejahatan, serta pusat rehabilitasi penderita narkotika.
3.EDUCATIONAL AND VOCATIONAL GUIDANCE : dalam hal ini, focus pemeriksaannya lebih ditekankan bidang pengembangan studi dan kerja. Biasa digunakan di sekolah, universitas, pusat-pusat latihan dan pusat bimbingan karir.
4. EDUCATIONAL AND VOCATIONAL SELECTION : digunakan untuk rekuitment diperusahaan dan bidang pekerjaan, penempatan, mutasi.
5.RESEARCH SETTING : untuk kepentingan pengembangan ilmu dan pengmbangan tehnik serta metode diagnostic. Digunakan dilingkup akademik dan perguruan tinggi.
Cara untuk memperoleh datanya adalah dengan metode....
1.OBSERVASI
*Suatu aktifitas yang dilakukan dengan sengaja dan sistimatis, mengamati aktifitas individu dan tingkah laku individu dengan menggunakan alat utama penyelidikan, yakni: alat indera
*Situasi Observasi:
- Natural setting/alamiah
-Simulated Setting/Tiruan
-Laboratorium
*Aspek yang diamati:
- Event Sampling : yang diamati hanya beberapa aspek tingkah laku pada saat tertentu.
-Time Sampling : yang dicatat dan diamati adalah apa saja yang dilakukan individu pada waktu tertentu.
*Klasifikasi Metode Observasi·
-Non partisipan·
-Partisipan·
2. METODE ANGKET
Angket merupakan, suatu daftar pertanyaan yang harus dijawab dan atau daftar isian yang harus diisi yang berdasarkan pd sejumlah subyek atas jawaban atau isian tersebut.
Klasifikasi Angket :·
Berdasarkan atas subyek yang menjawab/mengisi:
- Langsung
-Tidak langsung·
Berdasarkan bentuk
- Terbuka
- Tertutup·
3. METODE WAWANCARA
Adalah yg berdasarkan pada laporan verbal dimana terdapat hubungan langsung antara penyelidik dengan yang diselidiki.Wawancara adalah suatu situasi dimana terjadi pertukaran informasi antara dua orang yang saling bertemu (Secara langsung)
Tujuan dari Psikodiagnostik ini adalah untuk menentukan hubungan antara suatu keadaan atau tingkah laku manusia yang dapat diamati dari luar dengan ciri-ciri individu yang terdapat dalam dirinya untuk memahami karakternya.
Dalam hal ini, Psikodiagnostik termasuk dalam Psikologi Differensial, dimana pengertian psikologi differensial itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari perbedaan dalam fungsi psikologis individu.
Jangan salah lhooo, ini beda dengan psikologi umum. Kenapaa??
Karena....
kalau dalam Psi.Um mempelajari proses psikis, teori-teori psikologi menurut para ilmuwan, bagaimana melihat jiwa individu berdasarkan inner nya, bukan outer nya. Sementara Psi.Differensial itu emang sihh mempelajari mengenai jiwa individu jugaaa, tapi dia tidak melihat sepenuhnya hanya dari jiwanya saja, melainkan juga dari pengaruh keturunan, lingkungan tempat ia berada, perbedaan-perbedaan utama antara kelompok-kelompok baik dari segi sosial ekonomi-gender-keterbakatan, serta suku.
Metode-memtode yang digunakan dalam Psikologi Diferensial berupa:
-penyelidikan variasi
-penyelidikan korelasi
-penyelidikan perbandingan
-penyelidikan psikografi
Psikologi diferensial ini bersifat empiris, bukan teoritis, dan fokus pendekatannya adalah mencari tahu bagaimana individu dapat dikelompokkan ke dalam sub kelompok perkembangannya.
Heeemm yaak begitulah yang saya dapat dari bukunya mba Anne Anastasi, dan juga beberapa dari blog-blog para mahasiswa fakultas lain yang juga mempelajari materi ini. IYA. tahu koook, pasti yang membaca juga ngga ngerti yah tentang entri an saya kali ini? yaa harap dimaklumi yaaa soalnya baru mau dibahas di pertemuan selanjutnya dalam diskusi bareng Mas Seta. Jadiiii, yang bisa saya sampaikan dalam ulasan ini hanyalah sampai disini saja. Mohon maaf karena kekurangannya banyak banget .__. Tapi nanti akan ditambahkan di kolom komentar setelah diskusi kelas rabu nanti. Okeeeh??
See youuu...
komentar. Di kolom ini saya akan menuliskan perbaikan ulasan dari materi diatas, yang kejelasaannya sangat jauh dari garis nyata -__-
BalasHapusSebelumnya ijinkan saya curhat sebentar.....
Kemarin waktu matkul Mas Seta, deg-deg an banget hati ini. Temen-temen dikelas (terutama saya pastinya) ga ada yang bisa jawab dan melakukan diskusi dengan benar. paling hanya beberapa aja, gak sampe lima orang. duhhh mesti belajar bener-bener nihhh.
Yaudalah, langsung aja dah masuk ke materi. Serius yaa, serius.
Psikodiagnostik, terfokus pada individu/manusia. nah dari individu tersebut, terdapat komponen-komponennya, yakni:
1.Kognitif -- yang meliputi proses/cara berpikir
2.Afeksi -- meliputi kepribadian. Biasanya kalau kita merasakan suatu stimulus dari luar, nah afeksi inilah yang berperan.
3.Behavior -- atau perilaku
KOGNITIF.
sebelum mencapai sebuah pemikiran, tahapan yang bisa ditemui terlebih dulu adalah persepsi, lalu sensasi, kemudian masuk kedalam memori.
AFEKTIF
Dalam hal ini perilaku akan diulang terus menerus, dan mudah diingat bila terdapat sensasi yang positif/menyenangkan. dan akan berkurang bila sensasinya negatif.
BEHAVIOR
nah behavior inilah hasil dari kedua komponen diatas. jadi kognitif dicampur afeksi beserta komponen didalamnya, sehingga terbentuknya behavior/perilakuu..
Terus nih, baru-baru ini dikabarkan bahwa ada komponen tambahan dari individu. (sebenernya sih entah baru atau emang saya nya aja baru denger ._.)
FISIK
ya, fisik. Kenapa fisik?
karena, hanya lewat fisiklah niscaya akan terjadi interaksi dari luar/lingkungan ke dalam. Jadi nih, kita punya panca indera kan? dari panca indera itulah stimulus-stimulus dari luar ditangkap kemudian masuk deh menuju otak dibantu SSP atau Sistem Saraf Pusat, dan sumsum tulang belakang. Nah terakhirnya, baru deh dari situ bsa muncul perilaku-perilaku yang dimunculkan oleh individu tersebut.
Sejauh ini, kita menjawab pertanyaan dari Mas Seta tentang manusia dengan amat sangat tidak lancar. Sehingga muncullah tugas indah yang dilampirkan pada komentar ini, :
APA-ITU-MANUSIA ?
sebenernya sih mau jawab, "kami mas. kami para manusia yang duduk termenung dengan jantung berdegup lebih dari biasanya karena atau apa-apa. maafkan kami." tapi yaaah, itu khayalan semata, yang ada cuma diem ._.
MANUSIA.
Manusia itu.....
1.Mahluk yang memiliki kepribadian, dan akan membentuk tingkah laku
2.Perilaku manusia dipengaruhi oleh dorongan-dorongan alam bawah sadar. Dorongan tersebut meliputi Id,Eggo,Superegi yang saling bekerja sama sehingga mencapai keseimbangan, (Freud-Psikoanalisis)
3.Manusia akan berperilaku sesuai dengan pemberian reinforcement atau punishment. Bila diberi reinforcement, individu akan cenderung melakukannya kembali. Sedangkan bila diberi punishment, individu kan mengurangi, bahkan tidak melakukannya lagi. (B.F.Skinner-Behaviorism)
4.Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. Karena manusia cenderung akan mengikuti perilaku orang lain/orang yang lebih dewasa, yang dilihatnya di lingkungan interaksinya melalui proses observational learning/pengamatan, dan imitasi peniruan. (Bandura-Belajar sosial)
5.Perilaku manusia dilandasi oleh mental imagery nya. Mental imagery yang dimaksud adalah, representasi situasi lingkungan dalam kognisi/pikiran seseorang. Representasi mental juga membantu adanya penggambaran mental yang berupa visual, dan auditori. (Psikologi Kognitf).
sekian....
sumberr:
-Pertemuan mata kuliah Psikodiagnostik 12 maret 2014
-Teori Kepribadian Feist&Feist
-Buku Aliran Aliran dan Tokoh Tooh Psikologi, Sarlito W.Sarwono