Trink!
Akhirnya oh akhirnya, blog ini kembali aktif. Setelah melalui
beberapa masa kesuraman dan kegelapan karena jarang dibuka, akhirnya tangan dan
mata kuliah lah yang menjadi pembuka kembali blog ini. Setelah melalui tahap 4
kali salah memasukkan password, saya yang tadinya mengggebu-gebu ingin
mengentri review baru jadi sedikit loyo. -__-
Dengan kembali aktifnya blog ini, maka tentu saja ada hal-hal
baru baik dari segi isi, kualitas, bahkan mata kuliah. Namun yang tidak berubah
hanya satu….. Mas Seta. Hahaha. Beliau kembali mengajar angkatan kami untuk
mata kuliah baru di semester 4 ini, yaitu PSIKODIAGNOSTIK 1. *jreeenkjreeeenk*
Saat saya melihat mata kuliah ini di daftar mata kuliah yang akan diambil pada masa perkuliahan semester ini, ada beberapa hal baru yang muncul di pikiran saya. Pertama, kalau ada angka 1 dibelakang mata kuliah, berarti pasti setidaknya ada angka 2 di masa perkuliahan mendatang. Ada angka 2, tidak menutup kemungkinan ada angka 3. Ada angka 3 bisa juga akan ada angka..... ya begitulah ya kira-kira seterusnya.Kedua, Psikodiagnostik. Dari namanya saja saya sudah sedikit membayangkan pasti akan ada hubungannya dengan alat test, wawancara, serta jenis-jenis lainnya. Dan... ternyata benar lah apa yang sebelumnya pernah saya duga ! *widiiih ngeri*
Begini ceritanya....
Hari ini tepatnya tanggal lima maret tahun dua ribu empat belas, kelas saya mendapat mata kuliah ini di bagian jam petang. (kata Mas Seta sih petang). Saya masuk kelas pukul setengah satu lewat lima belas menitan. Saat masuk kelas, di meja dosen sudah ada Mas Seta dengan laptop serta slide yang sudah terpampang jelas, besar, terang dihadapan kami.
Kelas tidak langsung dimulai, MasSeta masih menunggu beberapa menit sambil menunggu teman-teman yang lain. Detik demi detik berlalu, menit pun beralu, dan akhirnya Mas Seta mulai membuka mata kuliah ini.
Sebelumnya seperti biasaaa, sebelum memulai pelajaran, beliau menyarankan kami untuk berdoa lebih dahulu. Berdoa bagi diri sendiri, karena menurut beliau, kita adalah mahluk yang egois. Selanjutnya berdoa bagi orang yang kita cintai #tsah, berdoa untuk orang yang suka membuat kita kesal, dan juga berdoa untuk pemimpin-pemimpin atau pembimbing gitu. Soalnya kurang denger waktu bagian terakhir. Hehe.
Setelah berdoa selesai, Mas Seta mulai menjelaskan mengenai aturan kelas seperti pada umumnya. Nah, tapi mungkin yang bisa dikatakan 'pada umumnya' adalah cara penyampaiannya. Bukan isi dari aturannya.
Inilah yang saya katakan sejak awal bahwa akan ada hal baru. Hal baru itu ialah:
1.Maksimal keterlambatan 30 menit. Lebih dari itu, mahasiswa/i boleh masuk namun dinyatakan tidak hadir karena tidak akan diabsen.
2.Bila mahasiswa/i kehadirannya dibawah 75% atau tidak masuk tanpa keterangan sebanyak lebihdari 3 kali, maka beliau akan langsung memberikan nilai D untuk mata kuliah ini.
3.BLOG. Memang sudah pasti untuk mata kuliah Mas Seta, namun kali ini bukan dalam bentuk review lagi melaikan ulasan. IYA, ULASAN. Mengenai materi yang menjadi bahan ajar di pertemuan selanjutnya.
Jadi, setiap dari kita diberikan daftar materi yang akan dibahas setiap pertemuannya, dan tugas kita adalah mencari baik dari buku/website psikologi/google, tapi jangan dari blog tetangga mengenai materi tersebut. Materi yang kita dapatkan dari sumber itu dibuat dalam bentuk ulasan didalam blog ini. Laluuu, setelah materi ulasan yang kita buat itu sudah dibahas dikelas, maka kita diminta untuk memberikan review(komentar serta informasi tambahan)pada kolom komen di entri an yang sama sesuai dengan materinya. Jelas ga penjelasannya? Hehehe
4.Skoring. Ini nih yang bedanya jau sama mata kuliah yang lain.
Mas Seta meyakinkan bahwa keaktifan di kelas adalah suatu hal yang sangat penting. Mahasiswa/i harus mulai membiasakan diri untuk tidak malu bertanya meskipun pertanyaan itu bukan pertanyaan berbobot sekalipun. Maka, persentase penilaiannya adalah,
untuk X (kehadiran + tugas + diskusi) dinilai sebesar 60%
untuk UTS dinilai sebesar 20%
untuk UAS dinilai sebesar 20%
Alhasil, setiap pelajaran Mas Seta, kami diminta untuk merubah sususan bangku. Dari yang tadinya hanya berderet biasa saja, mulai minggu depan sudah melingkar agar memudahkan diskusi. Dalam perkuliahan kali ini, Mas Seta juga menegaskan akan tidak adanya kerja kelompok demi menghindari Free Rider atau penunggang gelap yang bahasa kasarnya sih, cuma numpang nama doang di makalah, sementara temen-temen dikelompoknya yang ngerjain. HIH !
Jadiiii, untuk kedepannya dalam mata kuliah ini, dosen tidak akan berperan sebagai pengajar, melainkan sebagai fasilitator yang mengaarahkan kita untuk saling berdiskusi membahas materi demi materi setiap pertemuannya. Gitu...
Nah, materi hari ini sih ceritanya 'Pengantar Psikodiagnostik'. Maka, setelah menjelaskan tata tertib di kelas ini, Mas Seta mulai menanyakan "Apa pengertian dari Psikodiagnostik?" Nahloh, bingung daaah. Tapi untungnya beberapa dari kami ada yang coba memberanikan diri menjawab apa pengertian Psikodiagnostik menurut mereka. Meskipun sebenarnya belum tepat betul.
Akhirnya Mas Seta menjelaskan dengan cara mudah.
Sebelum tahu lebih banyak, beliau bertanya pada kita. Psikodiagnostik terdiri dari 2 kata, yakni: Psikologi dan Diagnostik. Dan Psikologi sendiri pun terdiri dari 2 kata, yakni: Psiko yang berarti jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Maka secara harafiah diartikan bahwa Psikologi adalah Suatu ilmu tentang jiwa yang ada karena melalui perilaku yang terlihat.
Perilaku itu biasanya didapat dari interaksi individu satu ke individu lainnya, serta proses belajarnya.
Perilaku pun ada 2 jenis, yakni: -Perilaku Spontan
- Perilaku Menetap
Sedangkan Diagnostik sendiri berarti Pencarian sesuatu untuk mendapatkan sebuah pengetahuan.
Di sela-sela diskusi pengertian ini, Mas Seta menanyakan "Apa kalian tahu kapan Psikologi terbentuk?"
Beberapa dari kami ada lagi yang menjawab, namun untuk lebih tepatnya, Mas Seta menjelaskan kembali secara singkat bahwa Psikologi ada sejak dibentuk nya laboratorium milik Wilhelm Wundt di Leipzig. Wundt dalam penelitiannya menggunakan fisik sebagai tolak ukur. Ia melihat dari fisik serta perilaku individu baik dalam waktu,dan juga tinggi tubuh individu tersebut.
Dalam Psikodiagnostik, hal-hal yang akan dilatih adalah:
1.Describe, yakni bagaimana cara kita menggambarkan sesuatu
2.Explain, yakni cara kita menjelaskan suatu masalah berdasaran sebab-sebabnya
3.Predict, yakni memprediksi
4.Control, yakni mengarahkan
Akhirnya.... di detik-detik terakhir Mas Seta membacakan materi-materi yang akan dibahas empat belas pertemuan kedepan, dan "Psikologi Diagnostik dan Psikologi Diferensial" lah yang mennjadi materi untuk minggu depan. Itu berarti saya harus mulai mencari isi dari materi ini untuk dibuat ulasannya dalam waktu maksimal 4 hari. Dan juga benarlah dugaan saya sebelumnya. Rangkaian materi mengenai test, dan wawancara ada di mata kuliah ini .__. Yaah, Doakan yaa supaya di mata kuliah ini bisa dapet nilai memuaskan hehe.
Sampai ketemu beberapa hari lagi di entri "Psikologi Diagnostik dan Psikologi Diferensial" !!!
(ada beberapa quotes hari ini, tapi 2 yang saya ambil adalah..)
"Waktu adalah hadiah. Jadi waktu bukan hak kita. Maka pergunakan waktu yang ada dengan baik."
dan
"Manusia bukan mahluk yang langka, melainkan unik."
#KataMasSeta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar