Senin, 03 Juni 2013

tiga juni dua ribu tiga belas.
tertanda, Gabriela Elshadai yang tidak mereview matkul Psikologi Kognitif minggu lalu :(
bukaan bukaan maless, cuma kemaren itu dosennya Mba Eva. biasanya kan Mas Seta nih, jadi dilema mau buat blog apa ngga. ehh tapi apa dayaaa jadinya ga buat deh ._.

hmm hari ini ada matkul Psikologi Kognitif, seperti biasanya di tiap hari senin. dan pasti tumbenan kan ini blog dibuatnya hari senin jugaa ??
yah itu karena hari ini aku TIDAK MASUUUKK :'( :'( gara2 si maag noh yang nyerang pagi2 -__-
jadi yah apa yg mau di review yah ?? :(


*trink ! Aha !

review matkul kognitif minggu lalu aja deh yaaa ?? namanya juga usaha hahahaha

ehem eheem
sebagai janjiku di postingan sebelumnya, minggu lalu aku jadi beneran presentasi. tapi sayangnya dosennya lagi bukan Mas Seta, tapi Mba Eva. sebelum kelompok 5 tercintaku ini tampil, kelompok 4 yang minggu lalu sempet ketunda itu dipersilahkan buat presentasi terlebih dahulu.

Dengan judul materi kelompok 4 yang masih sama, "Pembentukan konsep", mereka mengatakan bahwa konsep merupakan konstruksi/bangun simbolis yang mempresentasikan beberapa ciri umum yang biasanya ada pada obyek kejadian.
contohnya :
1.bangun segitiga
2.warna merah
3.motivasi

>Dijelaskan juga mengenai kategori yaitu, kelas/kelompok hal-hal dalam suatu sistem pengelompokkan yang lengkap.

>Kategori yang kita buat merupakan suatu tanda bahwa sejumlah item seharusnya diperlukan dengan fungsi yang setara (ngerti gak?? ngga? sama -__-)

Dan yang terakhir adalah mengenai Fungsi konsep, yaitu :
1.Klasifikasi
2.Pemahaman dan penjelasan
3.Prediksi/peramalan
4.Penalaran/pemikiran


Saat kelompok ini selesai presentasi, mba Eva memberikan masukan-masukan bahwa sebaiknya kita tidak mengambil informasi dari wikipedia,melainkan dari sumber-sumber yang lebih jelas mengarah pada Psikologi. Lalu beliau juga menjelaskan kembali mengenai pengenalan konsep dengan menggunakan powerpoint darinya.
yaah dapat diketahui bahwa aku tidak begitu banyak mencatat karena sibuk ngurusin presentasi kelompok aku selanjutnya. biasaa sifat manusia yang selalu bilang "yang penting gue". hehehe xp

Materi selanjutnya adalah "Mental Imagery" yang dipresentasikan oleh kelompokku sendiri yang terdiri dari : kak bawor, kak munir, aku, uswa, dan asti.
Kelompok kami menjelaskan bahwa mental imagery itu bisa didapapt melalui 2 cara :
1.Visual
2.Auditori

Visual disini yang dimaksud adalah melalui penglihatan, dan
Auditori melalui pendengaran.

>Dalam mental imagery juga terdapat tahapan-tahapan, yakni :
1.mengembangkan kesadaran sensori
2.mengembangkan vividness
3.mengembangkan rencana untuk mengontrol perilaku

>Mental Imagery ini pun memiliki fungsi:
1.mengembangkan kepercayaan diri
2.mengembankan strategi pre kompetisi, dan kompetisi
3.membantu memfokuskan perhatian

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

udah deh itu cerita pertemuan singkat minggu lalu. gak seru yah yang baca? maap dah yaakk
btw, denger2 tadi tuh pertemuan terakhir matkul Psikologi Kognitif yaa?
hiks hiks pas banget aku ga masukk ._. pantes aja review kali ini mengharu biru suasananya *duh bahasanya * hehehe

berhubung hari ini aku ga masuk, dan katanya ini pertemuan terakhir, di postingan blog hari ini aku mau mengucapkan terimakasih aja deh kepada Mas Seta yang sudah mengajar kami semua dengan sabar sampai kami bisa mengerti materi-materinya dengan baik. makasih juga karena telah secara tidak langsung mengajarkan kami para mahasiswa psikologi ini untuk lebih kreatif dalam pembuatan blog di 7 pertemuan iniii.

kiranya dalam jangka waktu kedepan, blog hasil review ini akan tetap menghasilkan review-review kehidupan selanjutnya seiring berjalannya waktuu ~ (ini berat banget bahasanya, aseli) hahaha ~

dan yang terakhir, penutup setiap postingan blog ga akan afdol tanpa quotes Mas Seta, jadiii karna ketidakhadiran aku hari ini di kelas kognitif, maka aku memberanikan diri mengambil kalimat ini :


     "Orang optimis adalah orang yang menciptakan kesempatan bukan menunggu kesempatan"

-Fb: Seta A Wicaksana-

Seperti setiap kali memulai mata kuliah ini yang selalu diawali dengan doa, untuk menutup blog Kognitif terakhir ini, kami semua mendoakan agar Kesuksesan dan Berkat selalu menyertai Mas Seta dan keluarga :D


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tuhan memberkati !
Sampai jumpaaa ;D









Kamis, 23 Mei 2013

kiw ! widiih tumbenan kan yah ngereview masih hari kamis beginiiii, keren kann ??? *padahal mah cuma beda 1 hari dari hari biasanya* hahaha~

Anywaaayy, Hell-oow, terimakasih telah berkunjung ke 4 kalinya di blog ku inii, coba dilihat dikanan kiri, ada yang berubah looh udah ada jam nya sekarang *abis diajarin temen* hahaha~
Okeyy, Di review kali ini sistem penyampaian materinya hampir sama kayak review jumat kemarin. Karena, di pertemuan matkul Psikologi Kognitif 20 mei '13 kemarin, ada 3 kelompok yang tampil mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Dann itu pertanda, roman-romannya senin besok bakal kebagian giliran kelompok aku dah yang presentasi -___- wish us luck !

yakk mari kita masuk ke topik pertama di review ini.........

Decision Making
itulah topik yang menjadi bagian presentasi kelompok Silmi, Ani, Imam, dan Hani.
di presentasi ini berhubung proyektornya lagi proses dipasangin, jadi aku cuma dapet nulis dikit aja nih -__-
mereka memaparkan pengertian Decision Making menurut D.Angelis yaitu, "Proses kognisi yang tidak tergesa-gesa, yang terdiri dari tahapan-tahapan".
Menurut presentasinya, pengambilan keputusan banyak dikaitkan dengan pengaruh:
-persepsi
-ingatan
-pola pikir
-proses kognisi
-emosi,dan
-variabel-variabel kepribadian seseorang terhadap keputusan yang diambilnya.
 Biasanya keputusan itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yappp, itu kata kelompoknya Silmi dkk. Nah sekarang mari kita baca-baca tentang Decision Making....#kataMasSeta :D

> Decision Making akan bermula dari sebuah "Problem Analysis". Problem Analysis adalah kemampuan kita untuk menganalisis/mengidentifikasikan/menalar masalah terlebih dahulu.

>Faktor yang mempengaruhi Decision Making adalah, Prinsip Kerja Manusia.
Menurut teori Freud, manusia bekerja berdasarkan prinsip Pleasure atau kenikmatan. Yang tidak lain adalah ujung-ujungnya adalah menyenangkan diri sendiri.
Dinamika dalam teori Freud ini sudah sering kita dengar (bagi yang belajar Psikologi) hehehe yaitu ada : Id, Ego, Superego. 
Hmm sedikit flash back penjelasan lagi dari Mas Seta mengenai 3 dinamika ini, dimana Id merupakan kinginan manusia untuk mencapai sesuatu tanpa memikirkan dampak/peraturan disekitarnya. Karena Id mau agar apa yang diinginkannya segera terpenuhi.
Superego. Superego terkadang bisa diibaratkan sebagai malaikat. dimana id adalah iblisnya. karena, dalam pemenuhan keinginannya, superego lebih cenderung ke permintaan-permintaan yang lebih wajar, karena dalam superego sudah terdapat aturan-aturan. Dan, dinamika yang terakhir...
Ego. adalah penyeimbang, dan juga perantara antara Id dengan Superego.

>Manusia memiliki cara berfikir. Cara berfikir manusia berdasarkan subyeknya terdiri dari 2 hal, yaitu:
1.Thing / Benda
2.People / Orang
Meskipun terdapat 2 subyek dalam cara berfikir manusia, namun kita sering kali lebih menggunakan subyek Thing/Benda dalam mengambil keputusan. Maka terkadang dampaknya lebih sering kepada People nya.

Demi mencapai kesejahteraan umat bersama (halah bahasanya) hehehe~. Maka, dalam pengambilan keputusan, dikaitkannya-lah  dengan prefensi kepribadian yang berhubungan juga dengan Kognitif.
Orang-orang yang lebih suka mengambil keputusan dengan menggunakan subyek Thing, biasanya memiliki karakter analis. Sedangkan orang yang suka mengambil keputusan menggunakan subyek People, biasanya lebih suka dengan hal-hal yang detail, dan berkaitan dengan perasaan. Maksutnyaa ???

Nih...
Biasanya, orang-orang Ekstrovet itu, mengambil keputusannya menggunakan subyek People. Atau bisa juga people-list. Contohnya saja seorang bos.
Bos ini sudah tau pekerjaan karyawannya tidak benar, namun berhubung karena karyawan tersebut adalah teman lamanya, makanya bos tersebut tidak enak untuk mengeluarkan atau sekedar memberikan surat peringatan.
Sementaraa, bagi kaum-kaum Introvet, mereka lebih suka mengambil keputusan dengan subyek Thing. Atau bisa juga dikatakan Tasking-Oriented. Contonyaa, bos lagi.
 Bos ini sudah tau pekerjaan karyawannya tidak benar.  ia tetap akan  memberikan surat peringatan kepada karyawannya itu meskipun ia adalah sahabat lamanya, bahkan bila karyawan tersebut tetap tidak bisa mengikuti peraturan kerja yang ada di perusahaan, bos itu akan mengeluarkannya.

>Selain melibatkan proses kognitif, Prefentif kepribadian juga terlibat dalam:
1.Cara kepemimpinan seseorang (People List , Tasking Oriented)
   Seperti yang sudah dijelaskan pada contoh diatas
2.Intuiting , Searching
   Orang yang Intuiting lebih bisa mengendalikan indra atau sense nya dalam mengambil keputusan. dia tidak terlalu membutuhkan data-data yang akurat. (ex. bagi orang yang percaya zodiak)
   Orang yang Searching selalu membutuhkan data-data akurat dalam pengambilan keputusannya
3.Thingking , Feeling
    Bagi Thinking-ers, mereka lebih suka akan keputusan dan hal-hal yang logis.
    Dan bagi Feeling-ers, mereka lebih menggunakan perasaannya dalam mengambil keputusan
fyi, contoh dari kedua jenis ini bukan lah antara "pria dan wanita". karena gender sejauh ini tidak terbukti benar-benar mempengaruhi proses berpikir seseorang.
4.Prefentif (?) , Judge ing

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

ZZzzztt #kataMasSeta untuk materi Decision Making sampai disitu aja, sekarang kita beralih ke kelompok selanjutnya yang gilirannya presentasi.

Rayi.Lukman,Arman,Dang Ali, beserta Titi mempresentasikan materi berjudul "Kreativitas".
katanyaaa, kreativitas merupakan suatu aktivitas kognitif yang mengasilkan pandangan baru.

Menurut Wallas, terdapat 4 tahap dalam proses kreatif, yaitu :
1.Persiapan
2.Inkubasi
3.Iluminasi
4.Verifikasi

Dalam kreativitas, terdapat Teori Investasi Kreativitas yang berbunyi , "Bagi orang yang kreatifitasnya tinggi, maka ia dapat menghasilkan uang banyak".

Menurut Stanberg & Lubart, ada 6 atribut yang mendampingi kreativitas, yaitu :
1.Proses Intelegensi
2.Gaya Intelektual
3.Pengetahuan
4.Kepribadian
5.Motivasi
6.Konteks Lingkungan

dan, cara menambah kreativitas adalah dengan :
1.Mengembangkan pengetahuan dasar
2.Mencari analogi

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah selesai presentasi, Mas Seta meminta kita semua untuk mengeluarkan selembar kertas, dan menggambar 1 orang dengan menggunakan bangun-bangun berupa lingkaran, segitiga, dan persegi.
Hasilnya gambarnya nanti yang akan dinyatakan adalah, bila :
1.lebih banyak bangun lingkaran, maka orang tersebut memiliki tingkat kreativitas yang tinggi
2.lebih banyak bangun segitiga, maka orang tersebut memiliki tingkat analisis tinggi, dan suka mempertimbangkan masalah berkali-kali untuk menyelesaikannya
3.lebih banyak bangun persegi, maka orang tersebut adalah orang yang taat pada aturan-aturan yang berlaku, namun kekurangannya, orang yang memiliki karakter ini haruslah diberi instruksi yang sangat jelas dan detail agar pengambilan keputusannya cepat.

Enaaah, sekarang kembali ke #kataMasSeta.

>kreativitas adalah, potensi dalam diri seseorang yang dapat dilatih tetapi tidak akan sebaik orang-orang yang memang memiliki bakat kreativitas sejak lahir.

>Musuh terbesar dalam kreativitas adalah "Fear". Orang yang kreatif, harus tidak mengenal kata Takut.

>Orang yang kreatif, adalah orang yang :
1.Tidak takut
2.Berani mengungkapkan pendapat
3.Tidak hanya menunggu instruksi dalam mengambil keputusan

>Lalu, Mas Seta kembali menjelaskna mengenai 6 atribut yang mendampingi kreativitas.
1.Proses Intelegensi
dalam proses ini, biasanya menggunakan pendekatan Intelegensi dari Howard
2.Gaya Intelektual
biasanya dicerminkan dari bentuk-bentuk dasar seperti segitiga, lingkaran, dan persegi
3.Pengetahuan
berkaitan dengan sejauh mana orang menguasai wawasan
4.Kepribadian
kepribadian memiliki 4 pasang, dimana terdapat 16 pendekatan kepribadian yang mempengaruhi kreativitas
orang intuiting : ex.orang yang suka menghayal --> lebih cenderung pada gaya intelektual lingkaran
orang sense-ing : ex.orang yan suka berfikir kritis --> lebih cenderung pada gaya intelektual segitiga, dan persegi
5.Motivasi
tergantung pada passion seseorang dalam mengerjakan sesuatu
6.Konteks Lingkungan
terdapat proses yang mempengaruhi lingkungan

---------------------------------------------------------------------------------------------------

fiuuh selesai juga nih review nyaa, sebenernya senin kemarin ada 3 kelompok yang maju untuk presentasi, namun karena kelompok terakhir sedikit mendadak, jadinya kelompok presentasi "Pembentukan Konsep" ini diundur presentasinya sampai senin besok.
Hemm mau tau cerita selanjutnya ?
tunggu postingan ke 5 minggu depan yahhhhh, sampai jumpaaa ~


********************************************************************************
Quote of this week :

Kebaikan, kebenaran, keadilan adalah mutlak. Bukan idealis.
-kataMasSeta-

********************************************************************************



Tuhan memberkati ! ^^





Jumat, 10 Mei 2013

Tes tes satu dua tiga tesss...
Hai ! ini tulisan ke 3 sebagai review matkul Psikologi Kognitif
di pertemuan senin kemaren tanggal 6 Mei 2013 dijadikan pertemuan untuk presentasi kelompok 1 yang membahas tentang "Problem Solving".

Eits tar dulu, presentasi ini tidak dimulai begitu saja. Sebelumnya dosen kita Mas Seta menjelaskan hubungan musik dengan kognitif. Musik memiliki harmonial yang membuat kita bisa lebih rileks/santai.
Contohnya saja, ketika kita lagi penat karna harus belajar terus, kita bisa mendengarkan musik terlebih dahulu agar bisa lebih rileks.

Musik dibagi menjadi 2:
1.Visual yang biasanya berupa warna
Warna-warna yang sering kita ketahui ini sebenarnya memiliki arti. Jadi tidak hanya sekedar warna saja.
Merah : Semangat, bahagia
contohnya saja pengantin Cina senang memakai pakaian merah agar menunjukan kesan bersemangat.
Hijau : Tenang, Santai
Putih : Suci, bersih
Hitam : Gelap, sempit

2.Auditori

========================================================================

Enah mari kita bergeser ke topik selanjutnya yaitu "Presentasi Kelompok Mimi dkk" hehehe

  • Kelompok ini mengatakan, Problem Solving terdiri dari Preparation, dan Production.

Sebelumnya aku mau kasih tau dulu nih. Isi presentasi dari kelompok Mimi ini terbatas karena aku nyatetnya ngga lengkap. Mohon maaf yaa... hehe
Lanjutttt >>>
Preparation adalah suatu proses bagaimana kita memahami, dan mendiagnosa masalah.
sedangkan Production adalah proses untuk megembangkan solusi.


  • Dalam Production terdapat cara pengembangan solusi menurut Herry Mintzberg yaitu :

1.Analisis : Menganalisi masalah yang terjadi
2.Penilaian : Memikirkan sulit/tidaknya masalah tersebut
3.Penawaran : Apakah ada cara penawaran masalah
4.Judgement : Mengevaluasi solusi


  • Hambatan dalam Problem Solving ini berupa :

1.Ketetapan fungsional
adl, kecenderungan orang melihat hal/masaah yang non umum
2.Mental set
adl, kecenderungan orang untuk menggunakan pola pemikiran yang lama
3.Bias konfirmasi
adl, Kemampuan orang untuk menilai saja


  • Dalam pemecahan masalah terdapat:

1.Divergent Thingking
2.Covergent Thingking


  • Gestalt mencetuskan teori pemecahan masalah dengan pemahaman Insight
=======================================================================
Yah hanya itu saja yang aku catet dari presentasi Mimi. Selanjutnya, Mas Seta menambahkan beberapa penjelasan mengenai Problem Solving.

Masalah adalah, adanya gap antara fakta dengan keinginan yang berbeda.
Problem Solving yang baik adalah yang menurut prosedur, yakni :
1.Observasi,dan pengalaman : dari apa yang kita lakukan sehari-hari
2.Fact Finding : Mengumpulkan fakta-fakta yang ada
3.Problem analisis : Menganalisis masalah berdasarkan 5W+1H
4.Interview : Mendiskusikan kembali masalah dengan orang lain/diri sendiri
5.Solusion : Pemecahan masalah bisa didapat dari pemikiran sendiri maupun orang lain
6.Alternativ: Jika solusi ditolak, maka mencari jalan keluar yang lain lagi

Dalam kehidupan kita diciptakan untk memiliki gap,dan keinginan agar kita bisa belajar, karena permasalahan berasal dalam diri kita sendiri.

Mas Seta memberikan contoh Problem Solving yang terjadi di Jakarta yaitu dengan memisahkan jalur kendaraan berplat genap dengan plat gajil untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Untuk mengubah mindset, dibutuhkan sebuah Trust atau kepercayaan

Pemecahan masalah terdapat 2 jenis :
1.Convergent : sebuah trouble shooter yang penyelesaiannya berangsur dari luas ke sempit
2.Divergent    : Sebuah solusi/alternatif yang penyelesaiannya berangsur dari sempit ke luas

Problem Solving yang berkaitan dengan psikologis ini berawal dari:
 Think, lalu..
- Analysis
       |
  Bagaimana masalah bisa dikelompokkan menjadi lebih kecil
  Contoh: Kemacetan terjadi karna mindset setiap orang yang berbeda

- Conceptual
       |
   Ketika mengambi sebuah solusi, baiknya kita memiliki pemahaman yang baik terhadap solusi tesebut.
   Conseptual membutuhkan Creative. Karena, dengan Creative inilah manusia mulai berfikir secara divergent.

- Strategic
  Ketika kita sudah tahu bahwa akan terjadi masalah, lalu kita memberika antisipasinya trelebih dahulu sebelum terrjadi masalah tersebut.
Pemahaman itu disebut sebagai berfikir secara inovatif (kita sudah menyiapkan penanggulangannya dulu sebelum terjadi masalah)
Time Focus : Futuristik



Sekian reviewnyaaa, sampai ketemu minggu depannnn ~

Tuhan memberkati :)

Jumat, 03 Mei 2013

Putih putih melatiiiii ~
mekar di taman sariiiii, semerbak wangi penjuruuu bumiiiii ~

Halloow bloggers ! tau petikan lirik diatas ?
Yap itulah lagu yang berjudul "Melati Suci" karangan Guruh Soekarno Putra.
emmm tetep gatau ?
itu looh yang minggu lalu dibawakan sama Ibu Psikolog Tika Bisono :D

Enah ! tidak ada api, tidak ada asap. Tidak ada sebab, tidak ada akibat.
Itulah yang mau aku kasih tau sekarang.
Petikan lagu di atas gak semata-mata iseng doang diketik, tapi ada hubungannya nih sama postingan aku kali ini. Begini ceritanyaaaa~~


Senin minggu lalu tepatnya tanggal 28 April 2013, kami para mahasiswa/i Psikologi UP bergegas memasuki ruangan 414 karena ada mata kuliah Psikologi Kognitif, dan kami nyaris telat. Setelah berebut tempat duduk, masuklah dosen Kognitif kita , Mas Seta.
Di pertemuan kali ini, beliau sangat berbaik hati mengizinkan kami semua untuk mengikuti seminar mengenai musik, dan hubungannya dengan Psikologi di gedung Fakultas hukum. Tapi dengan catatan, kita jangan lupa untuk tetap mereview hasil seminar tersebut.
Maka, terpostinglah rangkaian blog kali ini yang berawal dari.....


Acara ini, acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi, mengundang bintang tamu yang luar biasa. Mereka adalah Dwiki Dharmawan beserta team dan juga Tika Bisono.
Bagi kalian yang belum mengetahui siapakah mereka, mereka adalah kedua orang yang sama-sama mencintai musik Indonesia. Bedanya, Dwiki Dharmawan lebih mendalami karyanya dengan menjadi pemusik, sementara Tika Bisono, beliau adalah seorang Psikolog anak.

Acara ini dibuka oleh seorang pembawa acara yang juga suka kegiatan bernyanyi. Sebagai tampilan pembuka, dipersembahkanlah penampilan dari Psycho Cousin (kalau tidak salah mendengar namanya sih gitu hehe) mereka adalah anak muda yang sudah mahir memainkan alat musik tradisional, sehingga hasil penampilannya sangat mempesona.
Setelah Psycho Cousin selesai tampil, pembawa acara tersebut menyerahkan acara selanjutnya yaitu wawancara bintang tamu kepada rekannya. Setelah ada pegalihan tersebut, pembawa acara yang baru ini memanggil Tika Bisono, dan Dwiki Dharmawan untuk naik ke atas panggung, dan duduk di sofa yang sudah disediakan. Dan, perbincangan pun dimulai...

Dwiki Dharmawan. Membuka obrolan pertama dengan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Dwiki bercerita bahwa dulu semasa kecil, ia pernah diberi piano sebagai kado ulang tahunnya, dan itulah yang membuat ia lebih menyukai alat musik ini dibanding lainnya.
Menurut Dwiki, dengan musik, transformasi motorik terbagi menjadi 4 bagian:
1.Ritmis
2.Dinamis
3.Melodis
4.Syair

Setelah memberikan sedikit penjelasan, Dwiki sedikit memainkan keyboard sebanyak 3x sebagai contoh untuk musik-musik yang biasa dibawakan untuk menggambarkan perasaan. Setelah selesai memainkannya, ia bertanya mengenai apa perasaan yang kami rasakan saat mendengar permainannya.
Untuk permainan pertamanya, banyak diantara kami menjawab bahwa permainan itu adalah permainan musik slow, galau, haru.
Untuk permainan kedua, banyak diantara kami yang sepakat menjawab bahwa itu adalah permainan musik disaat saat riang.
Dan untuk permainan yang terakhir, Dwiki memainkan musik yang jelas bahwa itu adalah musik horor.
Tujuan dari permainan singkatnya tadi adalah ia ingin mengatakan bahwa  sebenaranya, seluruh ungkapan jiwa itu dapat dilukiskan dengan musik.

Karir Dwiki secara istimewa diawali dengan terbentuknya grup musik "Krakatau". Grup musik ini lebih sering membawakan, dan membuat lagu yang bertemakan lebih membela alam, mengenai sebuah rasa, dan keremajaan. Krakatau adalah grup musik pertama yang diikuti Dwiki.
Cita-cita seorang Dwiki Dharmawan tidak terlalu bemacam-macam, ia hanya ingin bermain musik sampai keliling Indonesia. Bersama Mira Lesmana, ia membuat lagu lagu seperti : Gemilang, Imaji, dan beberapa lagu yang bertemakan kepedulian terhadap sesama. Tema yang diangkat pada pembuatan lagunya kali ini lebih cenderung ke kehidupan sehari-hari.

Pada saat itu, musik instrumen belum sering dimainkan oleh para pemain-pemain seperti dewasa ini. Dulu, dalam acara yang diselenggarakannya yang berjudul "Jazz For Free port" ini, dibuat sebagai bentuk kekecewaannya dengan memainkan musik berupa instrumental saja.
Bagi Dwiki, musik tidak jauh dari sebuah gagasan. Gagasan yang dimaksud adalah, ada terbesit musik di pikirannya yang kemudian ditransfer dengan membunyikannya.

Dahulu, sebelum Dwiki tenar seperti sekarang, ia pernah pergi ke Jepang bersama grup lenong DKI di sebuah universitas. Penampilannya tersebut mendapat kritik dari rektor disana. Rektor itu bertanya bahwa "apakah Indonesia tidak ada musik yang digredasikan kontemporer?" atau lebih mudah dimengertinya, "apakah Indonesia tidak ada musik yang dikolaborasikan dengan musik lain?". Atas pertanyaan inilah muncul ide-ide Dwiki untuk membuat sebuah kolaborasi antara musik gamelan khas tradisional Indonesia, dengan musik Jazz pertama kalinya di Ausi. Semenjak saat itu, mulai meluaslah perpaduan/kolaborasi antara musik dari berbeda daerah ini.

Di akhir sekmen pertanyaan pertama ini, Dwiki mangatakan bahwa, 30 tahun sudah masa yang ia lewati sebagai pemusik. Ia berharap agar musik yang ia ciptakan bisa disukai orang banyak, dan bisa membanggakan Indonesia.

Tika Bisono. Psikolog anak ini membuka sesi wawacaranya dengan bertanya kepada audience "Siapa disini yang mengikuti UKM kesenian?". Lalu ia bertanya lagi, "Siapa saja yang bisa main musik?"
Beliau mengatakan, jika dilihat dari bakat, orang yang tidak ada bakat musik disebut sebagai penikmat. Musik selain untuk ketatanan rasa, juga sebagai kecerdasan. Pendapat ini diungkap oleh Howard G. 
Kecerdasan musikal merupakan, kecerdasan dimana seseorang bisa karena sudah ada gen, atau memang ada orang yang pandai menangkap solmisasi not.

Tika Bisono menjelaskan pula beberapa kecerdasan yang dipengaruhi musik. Beberapa diantaranya:
1.Kecerdasan Matematika yang meliputi  birama, ketukan
2.Kecerdasan Linguistik yang biasa dikenal sebagai pengembangan bahasa
3.Kecerdasan Intrapersonal, yakni kecerdasan untuk menyelami nilai-nilai yang ada disekitar kita.
4.Kecdasan Ekistensial yang meningkatkan kepercayaan diri, dan eksistensi yang berkembang.

"Zaman dulu tuh berbeda dari zaman sekarang. Dulu musik itu liriknya diambil dari kamus, ada juga dari bahasa sansekerta. Gak kaya zaman sekarang. Komposer-komposer itu ngawur buat lagu. Mereka memiliki kecerdasan linguistik yang rendah. Kok bisa-bisanya menciptakan lagu yang 1 lagu full isinya cuma 1 kalimat. kayak lagunya olga yang 'Hancur-hancur hatiku' sama lagu 'i just wanna say i love you'. Muter-muter itu tok liriknya. Kepribadian yang berkembang itu mempengaruhi genre yang disuka." Ungkap Psikolog anak yang mengaku lebih suka gitar akustik ketimbang elektrik ini.

Dan, di akhir wawancara sekmen ini ia mengatakan bahwa, dalam musik menangkap beberapa hal. Seperti mengenai :
1.Filsafat manusia
2.Humanities (meliputi: Sosiologi, dan Antropologi)
3.Psikologi Umum (meliputi: bahasa tubuh, ekspresi muka, setting lokasi, dan dialog)


Uhukk ehemmm beralih ke salah satu tamu yang disebut-sebut sebagai pendiri Fakultas Psikologi Universitas Pancasila ini. Beliau adalah Prof.Dr.Sarlito W. Sarwono. Pria yang lahir 69 tahun silam ini dengan rendah hatinya berkenan ikut serta dalam acara seminar ini. Dan dahsyatnya, nanti ada 'jam session' dimana bapak psikolog kita tercinta ini berkolaborasi dengan Dwiki Dharmawan beserta team nya yan disebut juga sebagai anak didiknya. Hhhmmmh tapi nanti dulu ceritanya. Balik dulu ke sesi selanjutnya yang difokuskan kepada Dwiki Dharmawan dan Tika Bisono.

Zeppp, sesi selanjutnya dari seminar ini adalah tanya jawabbb, setelah dipersilahkan kepada para audience untuk mengangkat tangan bagi yang ingin bertanya, terpilihlah 2 orang penanya yang berasal dari jurusan yang berbeda.

--> Pertanyaan pertama adalah dari seorang mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2012 yang emm adalah temen kita sendiri, namun dia dari kelas B. dia adalah Jhaihan Farah Nabila. Jihan bertanya mengenai kontribusi lagu anak Indonesia yang kurang.
Dwiki Dharmawan menjawab dengan sedikit bercerita bahwa, anaknya juga lebih menyukai lagu-lagu yang dibawakan band seperti Linking Park, dan Superman Is Death ketimbang lagu anak-anak seusianya. Dwiki menjadikan kekurangan kontribusi tersebut menjadi PR bagi para komposer dan pecinta musik seperti dirinya, dan Tika Bisono.

Sedangkan Tika Bisono menjawab dengan menggunakan cerita juga.Awanya, ia bercerita bahwa ada anak SD yang menginginkan uang 1000 rupiah saja sampai-sampai memasukkan kepala temannya kedalam air sampai temannya itu mati. Lalu ia menjelaskan bahwa sebenarnya, yang paling benar-benar harus disalahkan atas kasus kurangnya pengetahuan anak dibawah umur mengenai lagu-lagu sebayanya adalah guru-guru mereka sendiri. Kebanyakan guru-guru TK tidak mau mengajarkan lagu anak-anak pada muridnya. Padahal sebenarnya, kontribusi lagu anak di Indonesia sangatlah banyak.
Berdasarkan fakta, Tika Bisono pernah membuat sebuah lomba menyanyikan lagu anak-anak. Karena ingin tahu mengenai pengetahuan lagu yang dimiliki anak-anak, ia iseng membuat perhitungan lidi terhadap berapa sering lagu anak yang sama judulnya dibawakan oleh anak yang berbeda. Dan, result mengatakan bahwa kebanyakan anak hanya menyanyikan lagu balonku, pelangi-pelangi, dan cicak-cicak di dinding. Padahal jelas-jelas masih banyak lagu anak-anak lainnya. Beliau mensyukuri, karena setidaknya, anaknya masih bisa menyanyikan lagu anak diluar 3 lagu umum tersebut.
Tika bisono menutup jawaban atas pertanyaan Jihan ini dengan mengatakan bahwa, ia berharap agar tiap-tiap TK seharusnya setiap 1 minggu paling tidak menyanyikan, dan mengajarkan juga lagu anak-anak baru kepada murid-muridnya, dan juga menceritakan dongeng rakyat dari Indonesia, sehingga anak tidak disuguhi cerita dari Walt Disney terus menerus.


Next, 2nd question
--> Dimas, mahasiwa Fikom. "Ada anak kecil yang namanya Tegar, dia jadi tenar karena dengan membawakan lagu 'aku yang dulu bukan aku yang sekarang, dulu disayang sekarang ku ditendang' kenapa sih kok dia malah nyiptain lagu tentang cinta kayak gitu padahal dia masih kecil? Ada gak cara penanggulangannya?"

Jawaban pertama sama seperti tadi dimulai dari Dwiki Dharmawan. ia menjawab bahwa menurutnya, itu semua ada hubungannya dengan industri. Karena, musik adalah komoditi industri yang terbesar. Musik memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun akhirnya menabrak kepatutan yang ada (misal : mengarang lagu bertema cinta-cintaan padahal pengarannya masih kecil atau dibawah umur kategori dewasa, anak kecil yang dandan seperti layaknya orang dewasa). Karena, makin memberi untung maka akan terus makin dilakukan.

Tika Bisono menyetujui jawaban Dwiki. ia turut menambahkan bahwa disini, tuhannya musik itu ada 2 :
1.Rating
2.Trend
Diambilnya contoh dari K-Pop Korea yang rela mempermak habis penampilan mereka agar bisa diterima khalayak umum dengan jalur operasi. K-Pop ini termasuk dalam industri pencetak uang terbesar. Namun, sifatnya sementara. Karena, budaya yang cetek pada dasarnya tidak akan bertahan lama.
Pengaruh lagu-lagu dewasa ini juga memberikan sedikitnya 3 dampak bagi anak-anak :
1.Cara berpakaian
2.Lagu kesukaan
3.Seksualitas

Jawaban dari Tika bisono tadi menutup sesi tanya jawab yang disediakan oleh pembawa acara. Dan sebagai break time, Matthew Sayers melakukan perform beserta tim nya.

Fiuhh pegel juga yah ngetik review iniii, panjang nihhh jangan capeks yah buat yang membaca. Abis ini masih ada lagi tapi dikit lagi kokkk... Sabar sabarrr yahhh hahaha ~

Nexttt langsung aja biar cepet.
Setelah Matthew Sayers perform, Dwiki Dharmawan mengungkapkan bahwa pekerjaan ini adalah hobinya. Dan akan sangat baik bila kita mengerjakan pekerjaan sesuai dengan hobi kita.

Pembawa acara memberikan pertanyaan kepada kedua narasumber ini. Pertanyaannya, "Apa dampak dari mendengar musik?"
Tika Bisono menjawab, "Usia pendengar mempengaruhi jenis musik yang disukai. Maka akan lebih baik kalau lagu populer dijadikan bisa untuk semua usia. Yah contohnya saja, kalau lagu-lagu galau itu. Lagu-lagu tersebut bisa saja justru dijadikan sebagai penarik kesedihan atau lebih seringnya disebut sebagai stimulan agar sedihnya hilang. Lagu-lagu tersebut juga cenderung diidentifikasikan sebagai lagu 'waktu gue sama dia'". Ungkapnya.
Dwiki Dharmawan turut menambahkan, "Begini saja, kenapa tiap acara TV kalau sedang memutar berita kerusuhan, bencana, bakar-bakaran wilayah selalu lebih sering memutar lagu 'everybody hurts' ? Itu dikarenakan, lagu tersebut memiiki lirik dimana kita semua para penyimak bisa tau isi kejadiannya, dan tau perasaannya."

Pertanyaan dari pembawa acara itu menutup wawancara serta diskusi hari ini, namun sebelum acara ini benar-benar selesai, This Is It !! Mas Ito, panggilan akrab kita buat pakar Psikologi Prof.Dr.Sarlito ini akan melakukan jam-ing time bersama Dwiki Dharmawan and team. Sebelumnya, Mas Ito menyampaikan 3 hal :
1.Musik adalah tempat untuk berlatih harmoni. Musik tidak bisa dimainkan tanpa harmoni, dan harmoni juga dimainkan sesuai perannya.
2.Harmonik merupakan kesabaran. Beliau baru 15 tahun belajar bermain saxophone yaitu saat berumur 52 tahun.
3.Beliau terjun ke dunia musik juga karena baginya, jika 1 hari tanpa musik maka kehidupan jadi tidak ada artinya. Dan dia lebih memilih untuk menyukai musik Jazz.

Jam-ing time instrumen ini berjudul "Siang Malam". Setelah Jam-ing time ini, Tika Bisono juga menyanyikan lagu penutup yang berjudul "Melati Suci" karangan Guruh Soekarno Putra diiringi Dwiki Dharmawan dan team. Dan berakhirlah serangkaian acara "Musik dalam Perspektif Psikologi" ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Enah ! jadi udah pada tau kan kenapa aku ngetik sepenggal lirik lagu diawal blog ini tadi ?? hahaha
Mudah-mudahan dengan blog ini, pembaca bisa ikut serta menyimak tayangan ulang acara seminar kemarin :D
hmmm, di akhir postingan ini gak ada kata-kata penutup dari Mas Seta kaya kemarin. Jadi sedenger aku, kata terakhir dari Mas Seta sebelum kita keluar kelas buat ke Gedung Hukum adalah.....



"Jangan lupa buat review dari seminar nanti. Buat review sebaik mungkin." -kataMasSeta-



Sampai ketemu minggu depan !
Tuhan memberkati :)





Kamis, 25 April 2013

Posting Kognitif pertama di tanah blogger ~

Hallooo, selamat hari ini buat yang membacaaa
Waktu ngetik blog ini, aku bingung sebenernya boleh atau ngga pake bahasa sehari-hari kayak gini. Tapi yahh kembali ke tujuan awal aja deh. Semoga boleh

Selasa kemarin tepatnya tanggal 23 April 2012, aku belajar Psikologi Kognitif. daaann, berhubung kita udah selesai uts makanya terjadilah insiden pergantian dosen . (Insiden?).
 Dosen baru setelah uts ini bernama Seta. kita biasa manggil dengan "Mas Seta". Beliau meminta kita untuk me- review tiap materi yg ia sampaikan setiap minggunyaa...

Daaannn inilah petikan-petikan materi yang aku catet dari pertemuan pertamaaa ~~~

Pertamanyaa 
 Mas Seta memperkenalkan diri terlebih dahulu mengenai pekerjaannya. Beliau bekerja di sebuah perusahaan konsultan, dan sebagian waktunya kurang lebih 20% diluangkan untuk mengajar sebagai dosen. Setelah itu, beliau memberikan alamat email, gmail, twitter,facebook,no.hp serta pin BB nya agar hubungan antara mahasiswa dengan dosennya tidak pasif-pasif saja.

Terlepas dari perkenalannya, seperti awal-awal pertemuan perkuliahan umumnya, mas Seta mengajak kita semua untuk bersama-sama membuat peraturan kelas untuk mata kuliah Psikologi Kognitif ini.
Hingga terbentuklah peraturan singkat, yang pastinya sudah disetujui oleh beliau, dan mahasiswa kelas A. Berikut peraturannya...

1.Mahasiswa mendapat toleransi keterlambatan selama 30 menit. Jika lebih 1 menit saja, mahasiswa dikatakan terlambat. Boleh tetap masuk tapi pada pertemuan selanjutnya harus membawakan makanan untuk semua anak di kelas A. 
2.Mahasiswa diwajibkan untuk mem-posting kan hasil review pertemuan hari tersebut melalui blog, lalu mengirimkan blog tersebut ke email beliau. Review dalam blog ini dinamakan sebagai "Tugas Maya"
3.Dalam hal berkelompok, setiap mahasiswa diwajibkan untuk saling bekerjasama, dan menyumbangkan idenya dalam kelompok, sehinga tidak ada yg diistilahkan "ghost rider" atau "penumpang gelap" yang berarti hanya nebeng menterakan namanya saja dalam kelompok tanpa menyumbangkan idenya.

 Selain membuat peaturan-peraturan, Mas Seta juga memberikan pesentase perhitungan nilai mat-kul ini. Diantaranya :
a.Kehadiran real : 10%
b.Kehadiran maya : 10%
c.Tugas kelompok : 20%
d.Tugas individu : 30%
e.UTS + UAS : 30%

Keduaaa
Yapp, 3 diatas itulah peraturan yang telah dibuat pada pertemuan pertama kemarin.
Selanjutnya berhubung mata kuliah psikologi kognitif memuat 3 sks, maka di pertemuan kemarin sedikit membahas ulang mengenai teori-teori, dan pemahaman-pemahaman awal mengenai Psikologi Kognitif ini.

Mas Seta membuka materi ini dengan pertanyaan awal yang sangat umum, namun beberapa diantara kami masih sedikit bingung mengenai pertanyaan ini, "Apa tujuan dari belajar Kognitif?"
Beberapa diantara kami menjawab bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui proses-proses kerja otak kita.


Selanjutnya, mas Seta menuliskan di papan bahwa ada 3 aliran yg biasa dibahas dalam Psikologi Kognitif ini. Yaitu :
1.Psikoanalisis
2.Behaviorisme
3.Humanistik

-> Beliau menjelaskan mengenai Psikoanalisis, bahwa...
Materi-materi yang sering dibahas dalam aliran ini adalah : Un-Consciousness , Consciousness, Id-Ego-Superego
Dalam Un / Consciounes atau bisa di kenal dengan sadar/tidak sadar, seorang tokoh tengah mengatakan bahwa sebenarnya, setiap manusia itu selalu dalam keadaan/kondisi yang sadar.
Lalu, Mas Seta memberikan contoh keadaan orang yang dikatakan tidak sadar yaitu ketika seseorang pingsan. Orang dikatakan masih dalam tingkat kesadaran adalah ketika mereka masih bisa melakukan proses berfikir. Dalam hal ini, tidur termasuk dalam golongan kesadaran, karena jika kia tidur, kita masih bisa bermimpi. Begitupun dengan orang yang sedang berkhayal.

Nahhh, bagaimana dengan Id-Ego-Superego ?
3 unsur yang ada dalam diri manusia ini telah dipelajari pada mata kuliah Psikologi Umum. Begitupun dalam mata kulah ini.
Id merupakan sebuah unsur yang ada karena didorong oleh perasaan kesenangan. Jika id tidak terpenuhi, maka akan timul rasa cemas, marah,kesal.
Superego. Lain dari id, yang selalu menuntut segala hal tanpa menyaring terlebih dahulu baik hal positif/negatif. Superego lebih cenderung ke arah positif. Dimana saat seseorang menginginkan sesuatu, keinginannya itu lebih rasional, dan lebih membawa keuntungan yg lebih besar dibanding kerugian. Dapat dikatakan bahwa superego merupakan kebalikan dari ego.
Sedangkan Ego... Ego adalah penengah atau pemersatu antara ego dan superego. Ego memberikan jalan keluar yang baik, agar Id, dan Superego tetap sama-sama bisa terpenuhi. Ego juga sebagai penghubung antara unsur dalam manusia dengan lingkungannya.

FYI, pencetus 3 unsur dalam diri manusia adalah Bapak Sigmun Freud yth. :)

-> Setelah tuntas me-review sedikit mengenai psikoanalisis, Mas Seta membahas aliran selanjutnya yaitu Behaviorisme.
Aliran ini lebih cenderung membahas tentang sifat conscious pada manusia. (Psikoanalisis : lebih ke Unconscious). Behaviorisme mempelajari manusia secara keseluruhan. Aliran yang merupakan pengembangan dari Psikoanalisis ini membuat sebuah kritik terhadap psikoanalisis. Dimana, aliran psikoanalisis belum bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai sebuah fenomena karena pada jamannya, alat-alat cangih belum berkembang.
Dalam behavior, dikenal sebuah sebutan untuk manusia yang diluar keadaan normal, yakni mal behavior atau yang biasa orang awam katakan sebagai upnormal. Mal behavior ini terjadi selain karna efek genetik, tapi juga dikarenakan pembelajaran yang salah.
Makaaa... Adalah 3 sikap pada manusia umum di aliran ini. Yaitu:

1.Kognitif
2.Afektif
3.Behavior

Mas Seta menjelaskan 3 sikap ini dengan disertai gambar segitiga yang terbagi menjadi 3 bagiam sesuai urutannya.
Sikap setiap manusia pada umumnya adalah sama, bahwa:
Bila sikap yang ditangkap oleh alat indera kita & otak kita dianggap positif, maka individu akan ikut melakukan hal positif tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika sikap yang ditangkap adalah sikap negatif, maka individu akan cenderung menjauhi.
Namunnn... disinilah pokok permasalahannya. Tidak semua individu fair dengan sikap umum tersebut. Ada yang sudah tau bahwa sebuah sikap dikatakan negatif, namun individu tersebut tetap melakukannya. Maka, Dibutuhkan 3 sikap yang disebutkan diatas tadi.
     Sebagai penjelasan, saya akan menggunakan contoh yang tentunya dicontohkan oleh Mas Seta.
     Sebelum mas Seta memberikan penjelasan, beliau meminta mahasiswa laki-laki di kelas A yang merokok untuk mengangkat tangan. Lalu beliau bertanya kepada mahasiswa(misal : A) mengenai "Apa informasi yang kamu ketahui tentang rokok ?". A menjawab,"Merokok menyebabkan impotensi, gangguan jantung, dan penyakit lainnya". Lalu mas Seta kembali bertanya,"Kenapa kamu masih mengkonsumsi rokok kalau tau itu bahaya?". A pun menjawab,"Yah, kebiasaam, sebagai pelengkap aja mas".
    Sementara pada mahasiswa (misal : B), dia menjawab bahwa info yang didapat dari merokok adalah "kebiasaan dan menimbulkan rasa kenikmatan".

Dari contoh tersebut, kita dapat menarik 3 kesimpulan berdasarkan sifat manusia.
1.Bagi orang yang menganggap bahwa merokok adalah sebuah kenikmatan, haruslah diubah cara berfikinya yaitu fungsi Kognitif.
2.Bagi orang yang tau bahwa rokok tidak baik, namun tetap melakukan karena kebiasaan, yang diubah adalah perilakunya, yakni fungsi Afektif.
3.Sedangkan Behavior adalah orang-orang yang memiliki perbedaan pada sistem saraf pussatnya.

Ketigaaanyaa
Diluar materi ketiga aliran tadi, mas Seta juga menjelaskan sedikit tentang bagaimana seseorang bisa belajar. Tidak hanya dari bangku sekolah saja, belajar juga bisa dari kedua tipe ini, yakni :
1.Lingkungan
2.Diri sendiri

Dampak dalam sebuah pembelajaran adalah terbentuknya perilaku. Anak yang diberi didikan ketat oleh orang tuanya tidak menjamin bahwa anak tersebut seumur hidupnya akan melakukan tindakan/sikap positif terus menerus. Karena, perilaku tercipta dari  hal :
1.Hereditor/Turunan
2.Lingkungan

Selain itu, perilaku juga ditentuan oleh pola asuh. Pola asuh inilah yang biasanya berpengaruh besar dalam proses pembelajaran seseorang.

Perilaku ini tidak semata-mata berjalan mulus saja, ada pula hambatan negatif yang berhubungan dengan perilaku, yang dikenal dengan Anomnesa.

yah ! Anomnesa itu beda dengan amnesia -__-

Anomnesa itu adalah sikap negatif yang diterima seseorang atau dilakukan seseorang tidak mendapat feedback / balasan. Bahkan tidak mendapat respon perhatian untuk memberhentikannya. Sehingga lama kelamaan orang tersebut merasa bahwa perbuatan negatif tersebut adalah sebuah habbit/kebiasaan.
Contohnya saja (kata Mas Seta) :
   Seorang anak yang selalu diperlakukan kasar oleh orang tuanya terus menerus tanpa ada yang menyadarkan bahwa perbuatan itu adalah salah. Maka tidak akan menutup kemungkinan jika anak tersebut juga melakukan perbuatan kasar serupa kepada teman-pacar bahkan pasangannya nanti setelah menikah. Karena sejak kecil ia merasa bahwa kekerasan adalah hal yang biasa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Fiuuuhhh yaaay!!
 begitulah cerita ku di awal postingan ini tentang review Selasa kemarin.
Emmm, mudah mudahan sih mendekati kebenaran yah isinya. Soanya ini full dari catetan doang, tapi gatau juga catetannya bener apa ngga hehehe ^^

Dan sepertinya, aku bakalan sering-sering berkunjung ke tanah blogger ini 7 pertemuan kedepan ^^ jadi jangan bosen-bosen yahhh... Sampai ketemu minggu depannn !!

...............................................................

Emm ups ada yang lupa, last sentences - quote
" All your life, you have to be a master on your mind"  -kataMasSeta-



Tuhan memberkati :)