Jumat, 10 Mei 2013

Tes tes satu dua tiga tesss...
Hai ! ini tulisan ke 3 sebagai review matkul Psikologi Kognitif
di pertemuan senin kemaren tanggal 6 Mei 2013 dijadikan pertemuan untuk presentasi kelompok 1 yang membahas tentang "Problem Solving".

Eits tar dulu, presentasi ini tidak dimulai begitu saja. Sebelumnya dosen kita Mas Seta menjelaskan hubungan musik dengan kognitif. Musik memiliki harmonial yang membuat kita bisa lebih rileks/santai.
Contohnya saja, ketika kita lagi penat karna harus belajar terus, kita bisa mendengarkan musik terlebih dahulu agar bisa lebih rileks.

Musik dibagi menjadi 2:
1.Visual yang biasanya berupa warna
Warna-warna yang sering kita ketahui ini sebenarnya memiliki arti. Jadi tidak hanya sekedar warna saja.
Merah : Semangat, bahagia
contohnya saja pengantin Cina senang memakai pakaian merah agar menunjukan kesan bersemangat.
Hijau : Tenang, Santai
Putih : Suci, bersih
Hitam : Gelap, sempit

2.Auditori

========================================================================

Enah mari kita bergeser ke topik selanjutnya yaitu "Presentasi Kelompok Mimi dkk" hehehe

  • Kelompok ini mengatakan, Problem Solving terdiri dari Preparation, dan Production.

Sebelumnya aku mau kasih tau dulu nih. Isi presentasi dari kelompok Mimi ini terbatas karena aku nyatetnya ngga lengkap. Mohon maaf yaa... hehe
Lanjutttt >>>
Preparation adalah suatu proses bagaimana kita memahami, dan mendiagnosa masalah.
sedangkan Production adalah proses untuk megembangkan solusi.


  • Dalam Production terdapat cara pengembangan solusi menurut Herry Mintzberg yaitu :

1.Analisis : Menganalisi masalah yang terjadi
2.Penilaian : Memikirkan sulit/tidaknya masalah tersebut
3.Penawaran : Apakah ada cara penawaran masalah
4.Judgement : Mengevaluasi solusi


  • Hambatan dalam Problem Solving ini berupa :

1.Ketetapan fungsional
adl, kecenderungan orang melihat hal/masaah yang non umum
2.Mental set
adl, kecenderungan orang untuk menggunakan pola pemikiran yang lama
3.Bias konfirmasi
adl, Kemampuan orang untuk menilai saja


  • Dalam pemecahan masalah terdapat:

1.Divergent Thingking
2.Covergent Thingking


  • Gestalt mencetuskan teori pemecahan masalah dengan pemahaman Insight
=======================================================================
Yah hanya itu saja yang aku catet dari presentasi Mimi. Selanjutnya, Mas Seta menambahkan beberapa penjelasan mengenai Problem Solving.

Masalah adalah, adanya gap antara fakta dengan keinginan yang berbeda.
Problem Solving yang baik adalah yang menurut prosedur, yakni :
1.Observasi,dan pengalaman : dari apa yang kita lakukan sehari-hari
2.Fact Finding : Mengumpulkan fakta-fakta yang ada
3.Problem analisis : Menganalisis masalah berdasarkan 5W+1H
4.Interview : Mendiskusikan kembali masalah dengan orang lain/diri sendiri
5.Solusion : Pemecahan masalah bisa didapat dari pemikiran sendiri maupun orang lain
6.Alternativ: Jika solusi ditolak, maka mencari jalan keluar yang lain lagi

Dalam kehidupan kita diciptakan untk memiliki gap,dan keinginan agar kita bisa belajar, karena permasalahan berasal dalam diri kita sendiri.

Mas Seta memberikan contoh Problem Solving yang terjadi di Jakarta yaitu dengan memisahkan jalur kendaraan berplat genap dengan plat gajil untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Untuk mengubah mindset, dibutuhkan sebuah Trust atau kepercayaan

Pemecahan masalah terdapat 2 jenis :
1.Convergent : sebuah trouble shooter yang penyelesaiannya berangsur dari luas ke sempit
2.Divergent    : Sebuah solusi/alternatif yang penyelesaiannya berangsur dari sempit ke luas

Problem Solving yang berkaitan dengan psikologis ini berawal dari:
 Think, lalu..
- Analysis
       |
  Bagaimana masalah bisa dikelompokkan menjadi lebih kecil
  Contoh: Kemacetan terjadi karna mindset setiap orang yang berbeda

- Conceptual
       |
   Ketika mengambi sebuah solusi, baiknya kita memiliki pemahaman yang baik terhadap solusi tesebut.
   Conseptual membutuhkan Creative. Karena, dengan Creative inilah manusia mulai berfikir secara divergent.

- Strategic
  Ketika kita sudah tahu bahwa akan terjadi masalah, lalu kita memberika antisipasinya trelebih dahulu sebelum terrjadi masalah tersebut.
Pemahaman itu disebut sebagai berfikir secara inovatif (kita sudah menyiapkan penanggulangannya dulu sebelum terjadi masalah)
Time Focus : Futuristik



Sekian reviewnyaaa, sampai ketemu minggu depannnn ~

Tuhan memberkati :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar