Kamis, 25 April 2013

Posting Kognitif pertama di tanah blogger ~

Hallooo, selamat hari ini buat yang membacaaa
Waktu ngetik blog ini, aku bingung sebenernya boleh atau ngga pake bahasa sehari-hari kayak gini. Tapi yahh kembali ke tujuan awal aja deh. Semoga boleh

Selasa kemarin tepatnya tanggal 23 April 2012, aku belajar Psikologi Kognitif. daaann, berhubung kita udah selesai uts makanya terjadilah insiden pergantian dosen . (Insiden?).
 Dosen baru setelah uts ini bernama Seta. kita biasa manggil dengan "Mas Seta". Beliau meminta kita untuk me- review tiap materi yg ia sampaikan setiap minggunyaa...

Daaannn inilah petikan-petikan materi yang aku catet dari pertemuan pertamaaa ~~~

Pertamanyaa 
 Mas Seta memperkenalkan diri terlebih dahulu mengenai pekerjaannya. Beliau bekerja di sebuah perusahaan konsultan, dan sebagian waktunya kurang lebih 20% diluangkan untuk mengajar sebagai dosen. Setelah itu, beliau memberikan alamat email, gmail, twitter,facebook,no.hp serta pin BB nya agar hubungan antara mahasiswa dengan dosennya tidak pasif-pasif saja.

Terlepas dari perkenalannya, seperti awal-awal pertemuan perkuliahan umumnya, mas Seta mengajak kita semua untuk bersama-sama membuat peraturan kelas untuk mata kuliah Psikologi Kognitif ini.
Hingga terbentuklah peraturan singkat, yang pastinya sudah disetujui oleh beliau, dan mahasiswa kelas A. Berikut peraturannya...

1.Mahasiswa mendapat toleransi keterlambatan selama 30 menit. Jika lebih 1 menit saja, mahasiswa dikatakan terlambat. Boleh tetap masuk tapi pada pertemuan selanjutnya harus membawakan makanan untuk semua anak di kelas A. 
2.Mahasiswa diwajibkan untuk mem-posting kan hasil review pertemuan hari tersebut melalui blog, lalu mengirimkan blog tersebut ke email beliau. Review dalam blog ini dinamakan sebagai "Tugas Maya"
3.Dalam hal berkelompok, setiap mahasiswa diwajibkan untuk saling bekerjasama, dan menyumbangkan idenya dalam kelompok, sehinga tidak ada yg diistilahkan "ghost rider" atau "penumpang gelap" yang berarti hanya nebeng menterakan namanya saja dalam kelompok tanpa menyumbangkan idenya.

 Selain membuat peaturan-peraturan, Mas Seta juga memberikan pesentase perhitungan nilai mat-kul ini. Diantaranya :
a.Kehadiran real : 10%
b.Kehadiran maya : 10%
c.Tugas kelompok : 20%
d.Tugas individu : 30%
e.UTS + UAS : 30%

Keduaaa
Yapp, 3 diatas itulah peraturan yang telah dibuat pada pertemuan pertama kemarin.
Selanjutnya berhubung mata kuliah psikologi kognitif memuat 3 sks, maka di pertemuan kemarin sedikit membahas ulang mengenai teori-teori, dan pemahaman-pemahaman awal mengenai Psikologi Kognitif ini.

Mas Seta membuka materi ini dengan pertanyaan awal yang sangat umum, namun beberapa diantara kami masih sedikit bingung mengenai pertanyaan ini, "Apa tujuan dari belajar Kognitif?"
Beberapa diantara kami menjawab bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui proses-proses kerja otak kita.


Selanjutnya, mas Seta menuliskan di papan bahwa ada 3 aliran yg biasa dibahas dalam Psikologi Kognitif ini. Yaitu :
1.Psikoanalisis
2.Behaviorisme
3.Humanistik

-> Beliau menjelaskan mengenai Psikoanalisis, bahwa...
Materi-materi yang sering dibahas dalam aliran ini adalah : Un-Consciousness , Consciousness, Id-Ego-Superego
Dalam Un / Consciounes atau bisa di kenal dengan sadar/tidak sadar, seorang tokoh tengah mengatakan bahwa sebenarnya, setiap manusia itu selalu dalam keadaan/kondisi yang sadar.
Lalu, Mas Seta memberikan contoh keadaan orang yang dikatakan tidak sadar yaitu ketika seseorang pingsan. Orang dikatakan masih dalam tingkat kesadaran adalah ketika mereka masih bisa melakukan proses berfikir. Dalam hal ini, tidur termasuk dalam golongan kesadaran, karena jika kia tidur, kita masih bisa bermimpi. Begitupun dengan orang yang sedang berkhayal.

Nahhh, bagaimana dengan Id-Ego-Superego ?
3 unsur yang ada dalam diri manusia ini telah dipelajari pada mata kuliah Psikologi Umum. Begitupun dalam mata kulah ini.
Id merupakan sebuah unsur yang ada karena didorong oleh perasaan kesenangan. Jika id tidak terpenuhi, maka akan timul rasa cemas, marah,kesal.
Superego. Lain dari id, yang selalu menuntut segala hal tanpa menyaring terlebih dahulu baik hal positif/negatif. Superego lebih cenderung ke arah positif. Dimana saat seseorang menginginkan sesuatu, keinginannya itu lebih rasional, dan lebih membawa keuntungan yg lebih besar dibanding kerugian. Dapat dikatakan bahwa superego merupakan kebalikan dari ego.
Sedangkan Ego... Ego adalah penengah atau pemersatu antara ego dan superego. Ego memberikan jalan keluar yang baik, agar Id, dan Superego tetap sama-sama bisa terpenuhi. Ego juga sebagai penghubung antara unsur dalam manusia dengan lingkungannya.

FYI, pencetus 3 unsur dalam diri manusia adalah Bapak Sigmun Freud yth. :)

-> Setelah tuntas me-review sedikit mengenai psikoanalisis, Mas Seta membahas aliran selanjutnya yaitu Behaviorisme.
Aliran ini lebih cenderung membahas tentang sifat conscious pada manusia. (Psikoanalisis : lebih ke Unconscious). Behaviorisme mempelajari manusia secara keseluruhan. Aliran yang merupakan pengembangan dari Psikoanalisis ini membuat sebuah kritik terhadap psikoanalisis. Dimana, aliran psikoanalisis belum bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai sebuah fenomena karena pada jamannya, alat-alat cangih belum berkembang.
Dalam behavior, dikenal sebuah sebutan untuk manusia yang diluar keadaan normal, yakni mal behavior atau yang biasa orang awam katakan sebagai upnormal. Mal behavior ini terjadi selain karna efek genetik, tapi juga dikarenakan pembelajaran yang salah.
Makaaa... Adalah 3 sikap pada manusia umum di aliran ini. Yaitu:

1.Kognitif
2.Afektif
3.Behavior

Mas Seta menjelaskan 3 sikap ini dengan disertai gambar segitiga yang terbagi menjadi 3 bagiam sesuai urutannya.
Sikap setiap manusia pada umumnya adalah sama, bahwa:
Bila sikap yang ditangkap oleh alat indera kita & otak kita dianggap positif, maka individu akan ikut melakukan hal positif tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika sikap yang ditangkap adalah sikap negatif, maka individu akan cenderung menjauhi.
Namunnn... disinilah pokok permasalahannya. Tidak semua individu fair dengan sikap umum tersebut. Ada yang sudah tau bahwa sebuah sikap dikatakan negatif, namun individu tersebut tetap melakukannya. Maka, Dibutuhkan 3 sikap yang disebutkan diatas tadi.
     Sebagai penjelasan, saya akan menggunakan contoh yang tentunya dicontohkan oleh Mas Seta.
     Sebelum mas Seta memberikan penjelasan, beliau meminta mahasiswa laki-laki di kelas A yang merokok untuk mengangkat tangan. Lalu beliau bertanya kepada mahasiswa(misal : A) mengenai "Apa informasi yang kamu ketahui tentang rokok ?". A menjawab,"Merokok menyebabkan impotensi, gangguan jantung, dan penyakit lainnya". Lalu mas Seta kembali bertanya,"Kenapa kamu masih mengkonsumsi rokok kalau tau itu bahaya?". A pun menjawab,"Yah, kebiasaam, sebagai pelengkap aja mas".
    Sementara pada mahasiswa (misal : B), dia menjawab bahwa info yang didapat dari merokok adalah "kebiasaan dan menimbulkan rasa kenikmatan".

Dari contoh tersebut, kita dapat menarik 3 kesimpulan berdasarkan sifat manusia.
1.Bagi orang yang menganggap bahwa merokok adalah sebuah kenikmatan, haruslah diubah cara berfikinya yaitu fungsi Kognitif.
2.Bagi orang yang tau bahwa rokok tidak baik, namun tetap melakukan karena kebiasaan, yang diubah adalah perilakunya, yakni fungsi Afektif.
3.Sedangkan Behavior adalah orang-orang yang memiliki perbedaan pada sistem saraf pussatnya.

Ketigaaanyaa
Diluar materi ketiga aliran tadi, mas Seta juga menjelaskan sedikit tentang bagaimana seseorang bisa belajar. Tidak hanya dari bangku sekolah saja, belajar juga bisa dari kedua tipe ini, yakni :
1.Lingkungan
2.Diri sendiri

Dampak dalam sebuah pembelajaran adalah terbentuknya perilaku. Anak yang diberi didikan ketat oleh orang tuanya tidak menjamin bahwa anak tersebut seumur hidupnya akan melakukan tindakan/sikap positif terus menerus. Karena, perilaku tercipta dari  hal :
1.Hereditor/Turunan
2.Lingkungan

Selain itu, perilaku juga ditentuan oleh pola asuh. Pola asuh inilah yang biasanya berpengaruh besar dalam proses pembelajaran seseorang.

Perilaku ini tidak semata-mata berjalan mulus saja, ada pula hambatan negatif yang berhubungan dengan perilaku, yang dikenal dengan Anomnesa.

yah ! Anomnesa itu beda dengan amnesia -__-

Anomnesa itu adalah sikap negatif yang diterima seseorang atau dilakukan seseorang tidak mendapat feedback / balasan. Bahkan tidak mendapat respon perhatian untuk memberhentikannya. Sehingga lama kelamaan orang tersebut merasa bahwa perbuatan negatif tersebut adalah sebuah habbit/kebiasaan.
Contohnya saja (kata Mas Seta) :
   Seorang anak yang selalu diperlakukan kasar oleh orang tuanya terus menerus tanpa ada yang menyadarkan bahwa perbuatan itu adalah salah. Maka tidak akan menutup kemungkinan jika anak tersebut juga melakukan perbuatan kasar serupa kepada teman-pacar bahkan pasangannya nanti setelah menikah. Karena sejak kecil ia merasa bahwa kekerasan adalah hal yang biasa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Fiuuuhhh yaaay!!
 begitulah cerita ku di awal postingan ini tentang review Selasa kemarin.
Emmm, mudah mudahan sih mendekati kebenaran yah isinya. Soanya ini full dari catetan doang, tapi gatau juga catetannya bener apa ngga hehehe ^^

Dan sepertinya, aku bakalan sering-sering berkunjung ke tanah blogger ini 7 pertemuan kedepan ^^ jadi jangan bosen-bosen yahhh... Sampai ketemu minggu depannn !!

...............................................................

Emm ups ada yang lupa, last sentences - quote
" All your life, you have to be a master on your mind"  -kataMasSeta-



Tuhan memberkati :) 





1 komentar:

  1. many thanks ya Gaby...untuk g salah baiknya ditambahkan literatur dari sumber2 terpercaya...btw saya suka dengan gaya tulisannya...keep on spirit ya for better 1ndONEsia !

    BalasHapus