Selasa, 01 Juli 2014

Analisis Film

Sebenarnya materi ini sudah tersajikan dalam bentuk makalah yang sudah dikirim juga ke Mas Seta. tapi karena takut 'Analisis Film' masuk kedala ugas blog, jadi malam ini dijadikan malam penebusan blog-blog yang merupakan representasi dari makalah. Hehehehe

Hannibal....

Sinopsis
Adalah seorang pria bernama Hanibal Lecter yang hidup pada  masa perang dan kelaparan yang melanda di negerinya. Seluruh penduduk negeri berani melakukan apa saja agar mendapat makanan untuk mengisi perut mereka yang kosong selama berhari-hari. Pemerintah di negara itu hanya memberikan jatah makanan yang sangat minim untuk ribuan penduduk dan dalam jangka waktu yang jarang. Hal ini membuat muncul ide jahat bahkan kejam dibenak para penduduk ketika persediaan makanan sudah habis. Yaitu memakan sesamanya, manusia.
Hannibal melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ayah dan ibunya meninggal, dan yang tragis ia juga melihat bagaimana proses kematian Mischa adiknya yaitu dibunuh dan dimakan bagian tubuhnya. Bagi Hannibal yang sewaktu itu masih berusia anak-anak, hal keji seperti itu mudah untuk terekam dan menghasilkan perasaan dendam yang berangsur pembalasan dengan cara yang sama.
Seiring berjalannya waktu, Hannibal memilih jurusan kedokteran sambil menunggu umurnya cukup untuk membalaskan dendamnya pada pembunuh-pembunuh adiknya. Dan benar, ketika umurnya sudah cukup, Hannibal turut membunuh orang-orang tersebut dengan cara yang tidak kalah kejamnya. (Dalam: Hannibal Rising).
Saat dewasa, Hannibal tertangkap dan dimasukan sel oleh agen FBI. Namun karena ada kasus pembunuhan mutilasi  ini, agen FBI yang tadinya sudah resign terpaksa dihubungi kembali dan harus menerima keadaan yang mengharuskan ia berpasangan dengan Hannibal. Dalam film ini, adegan pembunuhan tidak terlihat sekeji Hannibal rising. (Dalam: Red Dragon).
Film selanjutnya yang berjudul Silent of the lamb lebih menceritakan mengenai kasus yang dijalani agen FBI ini dengan Hannibal yang berujung dengan berhasilnya ditemukan pembunuh asli yaitu mantan pasien Hannibal sendiri. Sebelumnya Hanniba telah berhasil lolos dari tahanan dengan membunuh polisi yang menjaganya. (Dalam: Silent of the lamb).
Dan yang terakhir, serangkaian adegan yang keji ada pada sekuel ini. Cara pembunuhan yang hanya mampu dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam mutilasi dan memakan organ tubuh manusia menjadi bagiannya. (Dalam: Hannibal 2001).


Teori Kepribadian
a.Sigmund Freud
Freud mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat dinamika yang saling berkaitan yaitu Id, Ego, Superego. Tahap pembentukan karakter yang paling berperan penting adalah ketika individu masih berusia anak-anak. Bila masa perkembangan dari tahap anal sampai genital mengalami gangguan, maka hasil dari gangguan tersbut akan muncul dann kelihatan saat individu tersebut sudah dewasa. (Feist&Feist, 2008). Freud sangat menekankan teorinya dengan dorongan berupa libido, ia perah berpendapat bahwa kegiatan yang dilakukan individu pada dasarnya hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya saja.
b.Cattel
Mengatakan bahwa manusia memiliki 2 sifat atau trait, yakni:
1.Surface trait
Sifat yang dimunculkan, dan terlihat oleh individu di permukaan.
2.Source trait
Variabel-variabel yang mendasari munculnya trait di permukaan.
Tingkah laku manusia terpacu pada dinamik trait yaitu sebuah motif yang mendasari individu untuk berperiaku. Didalam dinamik trait terdapat:
1.      Attitude, yaitu tindakan tertentu atau keinginan untuk bertindak sebagai respon terhadap situasi tertentu.
2.      Ergs, yaitu dorongan-dorongan atau motif yang telah ada dan menjadi bawaan sejak lahir.
3.      Sems, yaitu dinamik traits yang dipelajari atau diperoleh secara sosial.

Pada teori ini, terdapat The Five Fact Model of Personality, atau yang lebih dikenal dengan “Big Five Theory”.
 1.Extraversion
Dapat memprediks banyak tingkah laku sosial. seseorang yang memiliki faktor extraversion yang tinggi, akan mengingat semua interaksi sosial, berinteraksi dengan lebih banyak orang dibandingkan dengan seseorang dengan tingkat extraversion yang rendah. Dalam berinteraksi, mereka juga akan lebih banyak memegang kontrol. Extraversion dicirikan dengan hal-hal positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial.

2.Agreeableness
mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain.

3.Consciousness
mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.


4.Neuroriticism
menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.

5.Openness to experience
mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas.


Analisis 

Kepribadian
Dari ke empat sekuel film Hannibal, tidak dapat dipungkiri kalau Hannibal Lecter merupakan individu yang memiliki penyakit psikologis yaitu “Psikopat”. Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga antisosial. Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih (narsistis) sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi pembenaran terhadap perilakunya.


            Telah dikatakan pada bab sebelumnya bahwa Hannibal memiliki penyait psikologis yaitu Psikopat. Hal itu terlihat dari adegan-adegan pada ke empat sekuel nya. Yaitu:

1.Membuka dan menjahit kepala manusia yang masih hidup, kemudian memakan otaknya.
2.Mempengaruhi orang yang ia tidak sukai untuk merusak dengan menyobekkan kulit dan daging wajahnya sehingga bisa menjadi makanan anjing.
3.Membunuh seorang pria dengan cara menggantungnya dengan perut yang terbelek sehingga usus pria tersebut keluar dan menggantung.
4.Menggigit lidah penjaga penjara agar ia bisa lolos.
5.Merobek wajah penjaga.
6.Menyiksa FBI dengan menusuknya bertubi-tubi.

Hal-hal keji tersebut ia lakukan bila kejadian yang ia alami tidak sesuai dengan kehendaknya. Ia tidak suka bila ada orang yang melawannya atau secara terang-terangan melawannya dan mengganggu hidupnya. Hannibal menikmati adegan-adegan keji tersebut. Ia mendapat kepuasan bila melihat orang lain tersiksa.
Berikut terdapat ciri-ciri khusus psikopat yang juga dimiliki oleh Hannibal: (Prof. Robert D Hare dalam bukunya berjudul “Without Conscience” ).

1.Sering berbohong
2.Egosentris
3.Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah.
4.Senang melakukan pelanggaran
5.Sikap acuh tak acuh
6.Kurang empati
7.Agresif
8.Impulsif dan mudah bereaksi
9.Tidak mampu bertanggung jawab
10.Manipulatif


                                   -Sekian-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar