Sebenarnya materi ini sudah tersajikan dalam bentuk makalah yang sudah dikirim juga ke Mas Seta. tapi karena takut 'Analisis Film' masuk kedala ugas blog, jadi malam ini dijadikan malam penebusan blog-blog yang merupakan representasi dari makalah. Hehehehe
Hannibal....
Sinopsis
Adalah
seorang pria bernama Hanibal Lecter yang hidup pada masa perang dan kelaparan yang melanda di
negerinya. Seluruh penduduk negeri berani melakukan apa saja agar mendapat
makanan untuk mengisi perut mereka yang kosong selama berhari-hari. Pemerintah di
negara itu hanya memberikan jatah makanan yang sangat minim untuk ribuan
penduduk dan dalam jangka waktu yang jarang. Hal ini membuat muncul ide jahat
bahkan kejam dibenak para penduduk ketika persediaan makanan sudah habis. Yaitu
memakan sesamanya, manusia.
Hannibal
melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ayah dan ibunya meninggal, dan
yang tragis ia juga melihat bagaimana proses kematian Mischa adiknya yaitu
dibunuh dan dimakan bagian tubuhnya. Bagi Hannibal yang sewaktu itu masih
berusia anak-anak, hal keji seperti itu mudah untuk terekam dan menghasilkan
perasaan dendam yang berangsur pembalasan dengan cara yang sama.
Seiring
berjalannya waktu, Hannibal memilih jurusan kedokteran sambil menunggu umurnya
cukup untuk membalaskan dendamnya pada pembunuh-pembunuh adiknya. Dan benar,
ketika umurnya sudah cukup, Hannibal turut membunuh orang-orang tersebut dengan
cara yang tidak kalah kejamnya. (Dalam: Hannibal Rising).
Saat dewasa,
Hannibal tertangkap dan dimasukan sel oleh agen FBI. Namun karena ada kasus pembunuhan
mutilasi ini, agen FBI yang tadinya
sudah resign terpaksa dihubungi kembali dan harus menerima keadaan yang
mengharuskan ia berpasangan dengan Hannibal. Dalam film ini, adegan pembunuhan
tidak terlihat sekeji Hannibal rising. (Dalam: Red Dragon).
Film
selanjutnya yang berjudul Silent of the lamb lebih menceritakan mengenai kasus
yang dijalani agen FBI ini dengan Hannibal yang berujung dengan berhasilnya
ditemukan pembunuh asli yaitu mantan pasien Hannibal sendiri. Sebelumnya
Hanniba telah berhasil lolos dari tahanan dengan membunuh polisi yang
menjaganya. (Dalam: Silent of the lamb).
Dan yang
terakhir, serangkaian adegan yang keji ada pada sekuel ini. Cara pembunuhan
yang hanya mampu dilakukan oleh orang yang sudah ahli dalam mutilasi dan
memakan organ tubuh manusia menjadi bagiannya. (Dalam: Hannibal 2001).
Teori Kepribadian
a.Sigmund Freud
Freud
mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat dinamika yang saling berkaitan
yaitu Id, Ego, Superego. Tahap pembentukan karakter yang paling berperan
penting adalah ketika individu masih berusia anak-anak. Bila masa perkembangan
dari tahap anal sampai genital mengalami gangguan, maka hasil dari gangguan
tersbut akan muncul dann kelihatan saat individu tersebut sudah dewasa.
(Feist&Feist, 2008). Freud sangat menekankan teorinya dengan dorongan
berupa libido, ia perah berpendapat bahwa kegiatan yang dilakukan individu pada
dasarnya hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya saja.
b.Cattel
Mengatakan bahwa manusia memiliki 2
sifat atau trait, yakni:
1.Surface trait
Sifat yang dimunculkan, dan terlihat
oleh individu di permukaan.
2.Source trait
Variabel-variabel yang mendasari
munculnya trait di permukaan.
Tingkah laku manusia terpacu pada
dinamik trait yaitu sebuah motif yang mendasari individu untuk berperiaku.
Didalam dinamik trait terdapat:
1. Attitude, yaitu tindakan tertentu
atau keinginan untuk bertindak sebagai respon terhadap situasi tertentu.
2. Ergs, yaitu dorongan-dorongan atau
motif yang telah ada dan menjadi bawaan sejak lahir.
3. Sems, yaitu dinamik traits yang
dipelajari atau diperoleh secara sosial.
Pada teori ini, terdapat The Five
Fact Model of Personality, atau yang lebih dikenal dengan “Big Five Theory”.
1.Extraversion
Dapat memprediks
banyak tingkah laku sosial. seseorang yang memiliki faktor extraversion yang
tinggi, akan mengingat semua interaksi sosial, berinteraksi dengan lebih banyak
orang dibandingkan dengan seseorang dengan tingkat extraversion yang rendah.
Dalam berinteraksi, mereka juga akan lebih banyak memegang kontrol.
Extraversion dicirikan dengan hal-hal positif seperti memiliki antusiasme yang
tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan
banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion
memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan
sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi
perkembangan dari hubungan sosial.
2.Agreeableness
mengindikasikan
seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari
konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain.
3.Consciousness
mendeskripsikan
kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda
kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan
memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat
perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness
yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih
perhatiannya.
4.Neuroriticism
menggambarkan
seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir
dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya
yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan.
Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih
gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki
tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin
hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah.
Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah
kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki
kecenderungan emotionally reactive.
5.Openness to
experience
mempunyai ciri
mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus
dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas.
Analisis
Kepribadian
Dari ke empat sekuel film Hannibal, tidak dapat
dipungkiri kalau Hannibal Lecter merupakan individu yang memiliki penyakit
psikologis yaitu “Psikopat”. Psikopat dalam ilmu psikologi merupakan bentuk
gangguan kepribadian, dimana penderita bertendensi narsistis dan juga
antisosial. Seorang psikopat tidak pernah mengakui atau merasakan bahwa dirinya
sakit atau memiliki gangguan, mereka memiliki kepercayaan diri berlebih
(narsistis) sehingga mampu mempengaruhi orang lain, tidak merasa bersalah atau
menyesal atas setiap tindakannya karena memiliki rasionalisasi pembenaran
terhadap perilakunya.
Telah dikatakan pada bab sebelumnya
bahwa Hannibal memiliki penyait psikologis yaitu Psikopat. Hal itu terlihat
dari adegan-adegan pada ke empat sekuel nya. Yaitu:
1.Membuka
dan menjahit kepala manusia yang masih hidup, kemudian memakan otaknya.
2.Mempengaruhi
orang yang ia tidak sukai untuk merusak dengan menyobekkan kulit dan daging
wajahnya sehingga bisa menjadi makanan anjing.
3.Membunuh
seorang pria dengan cara menggantungnya dengan perut yang terbelek sehingga
usus pria tersebut keluar dan menggantung.
4.Menggigit
lidah penjaga penjara agar ia bisa lolos.
5.Merobek
wajah penjaga.
6.Menyiksa
FBI dengan menusuknya bertubi-tubi.
Hal-hal keji
tersebut ia lakukan bila kejadian yang ia alami tidak sesuai dengan
kehendaknya. Ia tidak suka bila ada orang yang melawannya atau secara
terang-terangan melawannya dan mengganggu hidupnya. Hannibal menikmati
adegan-adegan keji tersebut. Ia mendapat kepuasan bila melihat orang lain
tersiksa.
Berikut
terdapat ciri-ciri khusus psikopat yang juga dimiliki oleh Hannibal: (Prof. Robert
D Hare dalam bukunya berjudul “Without Conscience” ).
1.Sering berbohong
2.Egosentris
3.Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah.
4.Senang melakukan pelanggaran
5.Sikap acuh tak acuh
6.Kurang empati
7.Agresif
8.Impulsif dan mudah bereaksi
9.Tidak mampu bertanggung jawab
10.Manipulatif
-Sekian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar